Membangun dari Pesisir hingga Pusat Kota Bengkulu, “Kerja Nyata” Satu Tahun Dedy-Ronny

Kota Bengkulu,binews.co.id – Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Kota Bengkulu menunjukkan transformasi yang nyata di berbagai sektor pembangunan.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny P. Tobing, arah pembangunan kota tidak hanya berfokus pada pembenahan fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Transformasi tersebut terangkum dalam semangat program “Kerja Nyata”, yang menjadi fondasi kebijakan pembangunan kota. Mulai dari revitalisasi kawasan wisata, peningkatan infrastruktur jalan, penguatan sistem drainase, hingga perluasan akses air minum dan sanitasi, seluruhnya dirancang untuk menjawab kebutuhan riil warga.

Revitalisasi Kawasan Pantai Panjang

Salah satu capaian paling menonjol terlihat pada penataan kawasan Pantai Panjang. Pemerintah Kota Bengkulu melakukan revitalisasi menyeluruh yang tidak sekadar memperindah kawasan, tetapi juga memperkuat fungsi sosial dan ekonomi ruang publik.

Di sepanjang kawasan tersebut kini berdiri lima taman tematik, Mess Provinsi, serta fasilitas penunjang lainnya yang menghadirkan suasana lebih tertata dan humanis. Penataan pedestrian dan rehabilitasi jalur pejalan kaki di Jalan S. Parman turut memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata yang nyaman dan ramah pengunjung.

Pemasangan lampu penerangan jalan dan lampu hias di sepanjang Lokasi Belungguk Point, semakin mempertegas identitas kawasan tersebut sebagai ruang publik modern. Pada malam hari, kawasan ini menjadi pusat aktivitas warga, sekaligus magnet baru bagi sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

Percepatan Infrastruktur Jalan

Komitmen “Kerja Nyata” juga tercermin dari masifnya perbaikan infrastruktur jalan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 94 titik jalan telah diperbaiki, mencakup jalan utama maupun jalan lingkungan.

Sebanyak 51 ruas jalan telah direvitalisasi, termasuk rehabilitasi Jalan Rinjani sepanjang 1.050 meter. Pemerintah juga membangun jalan rigid beton dengan kualitas struktur yang lebih kuat dan tahan lama, seperti di Jalan Sungai Rupat serta sejumlah gang di wilayah Sukamerindu.

Langkah ini dinilai strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Program Penerangan dan Pengendalian Banjir

Di sektor penerangan, Pemerintah Kota Bengkulu telah memasang 613 titik lampu jalan di kawasan permukiman serta 220 titik lampu di sepanjang Pantai Panjang. Program ini tidak hanya meningkatkan estetika kota, tetapi juga memperkuat aspek keamanan dan kenyamanan warga.

Sementara itu, penanganan drainase di empat titik rawan banjir telah diselesaikan sebagai bagian dari solusi pengendalian genangan. Pemerintah juga terus meningkatkan layanan air minum dan sanitasi melalui penyediaan 1.500 sambungan rumah (SR) baru bagi masyarakat.

Penghijauan dan Penataan Ruang Kota

Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan diwujudkan melalui penyediaan ribuan bibit pohon untuk penghijauan kawasan perkotaan. Tiga taman kota direvitalisasi, yakni Taman Smart City di Jalan S. Parman, Taman Berkis, dan Taman Kota Trio.

Di kawasan Pantai Panjang, penanaman 12.000 pohon kelapa menjadi langkah monumental dalam memperkuat karakter ekologis sekaligus estetika kawasan wisata tersebut.

Selain itu, program sosial juga berjalan beriringan dengan pembangunan fisik. Pemerintah melaksanakan program bedah rumah bagi 87 unit rumah tidak layak huni serta membangun 19 kios UMKM guna mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.

Arah Pembangunan 2026

Pemerintah Kota Bengkulu memastikan bahwa pembangunan tidak berhenti pada capaian satu tahun. Untuk tahun anggaran 2026, sejumlah rencana strategis telah disiapkan, di antaranya peningkatan 200 ruas jalan baru, pembangunan Jembatan Merah Putih, serta revitalisasi kawasan bersejarah seperti Kampung Cina.

Langkah-langkah tersebut diharapkan memperkuat fondasi pembangunan kota yang modern, religius, dan berbudaya, sekaligus menjaga kesinambungan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

Satu tahun perjalanan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus optimisme. Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan bukan sekadar proyek fisik, melainkan proses berkelanjutan yang memerlukan partisipasi aktif masyarakat.

Dengan semangat “Kerja Nyata”, Kota Bengkulu terus melangkah menuju wajah kota yang lebih tertata, inklusif, dan berdaya saing di masa mendatang.(MC)

Leave A Reply

Your email address will not be published.