Diduga Aniaya Peserta Kegiatan, Eks Mahasiswa Resmi Dipolisikan

Bengkulu,binews.co.id — Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang oknum mantan mahasiswa dari salah satu kampus ternama di Bengkulu kini resmi bergulir ke ranah penegakan hukum.

Laporan atas insiden tersebut telah disampaikan oleh para teerduga korban kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Salah satu korban, berinisial WN, mahasiswa aktif di Bengkulu, mengalami luka robek di bagian kepala yang diduga akibat pukulan kursi. Insiden itu terjadi saat berlangsungnya pemilihan Ketua salah satu organisasi kepemudaan di Kota Bengkulu.

Menurut penuturan WN, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba di tengah kegiatan yang semula berjalan kondusif.

“Benar, saya beserta dua rekan saya sudah menyampaikan laporan ke Polsek Ratu Samban Kota Bengkulu,” ujar WN saat ditemui usai membuat laporan.

WN menjelaskan bahwa dirinya hadir dalam kegiatan tersebut sebagai pelaksana kegiatan yang sedang mengawasi proses penghitungan suara.

Namun tanpa sebab yang jelas, keributan seketika pecah dan berujung pada tindakan kekerasan.

“Tiba-tiba terjadi ribut dan ricuh. Saya masih duduk memperhatikan penghitungan suara, lalu terjadi keributan hingga saya dipukul menggunakan kursi. Saya tidak tahu apa penyebabnya, dan bukan saya saja, rekan saya yang lain juga turut mengalami pemukulan,” beber WN.

Akibat insiden tersebut, WN mengalami luka dikepala dan dua rekannya mengalami pemukulan dan trauma.

Mereka kemudian sepakat membawa peristiwa tersebut ke jalur hukum agar pelaku dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.

WN menegaskan bahwa pelaporan ini bukan semata untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk mencegah kejadian serupa menimpa orang lain pada kegiatan kepemudaan di kemudian hari.

“Saya berharap pihak Kepolisian menindaklanjuti laporan ini. Kami ingin keadilan ditegakkan agar tidak ada korban-korban lain ke depannya. Sekarang kami serahkan sepenuhnya kepada Polsek Ratu Samban agar prosesnya berjalan sesuai koridor hukum,” tegasnya.(A01)

Leave A Reply

Your email address will not be published.