Pak “Maman” Melahirkan
Bengkulu,binews.co.id – Di tengah hingar bingar pemilihan gubernur, debat perdana Pilgub Bengkulu menjadi ajang adu argumen yang penuh warna. Pasangan calon nomor urut satu, Helmi Hasan dan Mian, bersiap menghadapi tantangan dari rival mereka, Rohidin dan Meriani.
Namun, tidak ada yang menduga bahwa sebuah pernyataan akan mengguncang panggung politik.
Ketika Rohidin dengan percaya diri mengungkapkan, “Adinda Helmi, saya ada berita buruk tentang pelayanan di RSHD. Beberapa waktu lalu, Pak Maman ingin melahirkan, tetapi ditolak. Hingga terpaksa melahirkan di jalan, berdarah-darah!” suara di ruang debat terdiam sejenak, sebelum bergemuruh dalam bisik-bisik penuh keheranan.
Orang-orang saling berpandangan. Maman? Siapa dia?. Dalam imajinasi publik, situasi ini seolah menjadi adegan dari film “Monster Hunt” di mana seorang pria hamil melahirkan monster. Cukup konyol, tapi juga tragis jika itu benar terjadi.
Setelah debat berakhir, media pun bergegas mencari kebenaran. RSHD, rumah sakit yang dituduh, langsung mengeluarkan pernyataan tegas. “Kami tidak pernah menolak pasien bernama Maman,” kata juru bicara mereka, dilansir dari info-bengkulen.com. Nama Maman pun menjadi misteri. Apakah dia benar ada, atau sekadar mitos dalam perang politik?
Malamnya, di sebuah warung kopi, percakapan hangat mulai menyebar. Beberapa orang mulai berfantasi, mengisahkan sosok Maman yang diciptakan oleh Rohidin sebagai alat untuk menyerang rivalnya. “Kalau ada Pak Maman yang melahirkan, bisa jadi kita punya monster politik di sini!” ujar seorang pemuda sambil tertawa.
Bukan hanya lelucon, tetapi sindiran tajam terhadap permainan politik yang semakin menggelikan. Masyarakat mulai meragukan integritas paslon yang mengandalkan hoaks untuk menjatuhkan lawan. Rasa skeptis ini melahirkan gerakan kecil di kalangan pemilih. Mereka meminta klarifikasi, lebih memilih berita yang nyata daripada kisah fantastis yang mengundang tawa.
Berita tentang Pak Maman yang melahirkan menjadi bahan diskusi di banyak kalangan. Cerita ini menjadi pengingat betapa pentingnya kejujuran dalam politik.
Di tengah hingar bingar pemilihan, Pak Maman yang entah dari mana muncul, telah melahirkan kesadaran baru bagi warga Bengkulu. Bukan monster yang ditakuti, tetapi kesadaran akan pentingnya memilih pemimpin yang layak, bukan yang sekadar berkoar tanpa bukti.
Debat bukan hanya sekadar pertunjukan, melainkan sarana bagi rakyat untuk menentukan nasib mereka. Dan mungkin, di balik kisah Pak Maman yang melahirkan di jalan, tersimpan harapan bahwa rakyat Bengkulu tidak akan terjebak dalam ilusi lagi. Mereka akan terus mencari kebenaran, agar tidak ada lagi yang melahirkan monster dalam politik.(Red).
