Puisi : Pasca Patah Hati

Bukan penyair jagoan
Ia hanya seorang gadis perawan
Wajahnya sedikit jerawatan
Mahasiswi dengan prestasi agak buruk
Kuliahnya terbengkalai
Ibadahnya kerap lalai
Ditambah lagi pengangguran
Uh, sialan.

Sebab kekasihnya ucap perpisahan
Minggat tanpa minta sepakat
Bekas pujaan hatinya itu
Pemilik senyum genit nan menawan
Siapa yang memandang pasti kasmaran
Kesemsem siang malam
Wuah, pusing.

Baginya, pencapaian se-gila-gilaan apa
Jika tak membuat kekasihnya kembali adalah percuma
Hidupnya berantakan bak Nagasaki dan Hiroshima
Aduhai, nelangsanya.

Ia tetap nekat hidup
Meski jiwa menggebu agar loncat ke laut
Demi semangkuk Mie Ayam dan segelas kopi
Itu minuman nikmat tak ditawarkan di kitab suci

Demi nafsu membeli buku
Agar kepala terus terisi puisi
Ia membuka laptop kembali
Menyusun skripsi
Mulai masuk ke ruang kampus
Menolak hidup sia-sia
Seperti sebelumnya.

Penulis : Anisatul Azizah

Leave A Reply

Your email address will not be published.