Usai Beritakan Anggaran Rp 13 M, Web Mitratoday.com Diduga di Hack

Bengkulu,binews.co.id – Transparansi di dalam menggunakan Anggaran Negara selalu di gaungkan, hal itu guna memperkecil ruang gerak para pelaku tipikor dan Anggaran yang ada bisa di ketahui masyarakat peruntukannya.

Upaya transparansi tentu jarang bisa di lakukan para pengguna Anggaran. Tak jarang hal itu menjadi nilai kritik bagi para pemantau atau lembaga control, agar anggaran yang ada tidam di Korupsi.

Namun, tak jarang kritik menjadi momok tidak baik bagi pengguna Anggaran. Ya, mungkin saja merasa resah ataupun memang ada dugaan Korupsi yang di lakukan.

Dengan berbagai kritik yang muncul, baik itu dari statemen lembaga control maupun pemberitaan melalui media dan ataupun melalui sidang Keterbukaan Informasi Publik. Tak jarang hal itu dilakukan pembungkaman dengan berbagai cara, baik itu ancaman, ataupun cara lainnya.

Seperti yang di alami dalam beberapa gari ini, Media Mitratoday.com menyampaikan pemberitaan terkait penggunaan Anggaran Rp 13 Miliar lebih di Kominfo Provinsi Bengkulu.

Mirisnya, beberapa waktu usai melayangkan pemberitaan tersebut, web mitratoday.com mengalami gangguang sangat dahsyat alias di hack oknum tidak bertanggungjawab.

Menyikapi hal itu, Pimpinan Umum mitratoday.com Amirul menyampaikan bahwa hal itu merupakan salah satu bentuk dugaan pembungkaman terhadap kritisi awak media.

“Setelah di telusuri, media mitratoday.com memang di hack dengan menggunakan proxy melalui server luar Negeri. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami dari Redaksi Mitratoday.com.” kata Amirul.

Lanjutnya, pihaknya dari mitratoday.com tidak menuduh siapa-siapa dalam hal ini. “Namun, berdasarkan hasil penelusuran tim IT media kita, hal itu memang diduga sengaja di lakukan guna mem flood berita yang berjudul “DPD LAKI : Saatnya APH Turun, Cek Penggunaan Anggaran Rp 13 Miliar di Kominfo Provinsi Bengkulu”. Jelasnya.

“Selain itu, terdeteksi juga Ip di beberapa daerah dalam Indonesia mencoba meng hack media mitratoday.com. Maka, harapan saya ini tidak terjadi kepada teman-teman media lain yang ada di Provinsi Bengkulu.” tandasnya.

Terakhir Amirul menegaskan bahwa pihaknya segera berkoordinasi ke APH mengenai persoalan tersebut.

“Kita akan segera koordinasi ke APH, dan mendorong DPD LAKI Provinsi Bengkulu melaporkan ke APH mengenai penggunaan Anggaran Rp 13 M di Kominfo Provinsi Bengkulu.” tegasnya. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.