Jurnal : Analisis Sensitivitas Dalam Optimalisasi Produksi Pada UMKM Kantin Misel 

Salah satu UMKM yang ada di daerah Sentul yaitu Kantin Misel merupakan salah satu penjual makanan di kantin sekolah yang berusaha memenuhi kebutuhan pangan anak sekolah di SMPN 2 Sukaraja. Makanan yang diproduksi ialah siomay, lontong sayur, lontong bumbu, pempek, bakso cilok. Selain di sekolah, Kantin Misel juga menerima pesanan catering untuk acara-acara besar sebagai hidangan makanan.

Kantin Misel memiliki kendala penting yang dihadapi dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal. Permasalahan yang umum terjadi di Kantin Misel yaitu terkendala dengan kondisi perubahan-perubahan harga bahan baku yang tak menentu dan penurunan produktivitas yang mengakibatkan kerugian.

Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk menemukan nilai jumlah produksi yang memaksimalkan keuntungan pada produk makanan Kantin Misel dan melakukan Analisis Sensitivitas untuk mengetahui batasan-batasan akibat adanya perubahan fungsi kendala agar kestabilan keuntungan terjaga.

Pada penelitian ini menggunakan data keuntungan per satuan produk, kebutuhan bahan baku per satuan produk dan ketersediaan bahan baku. Variabel yang digunakan pada penelitian ini ialah varian produk, keuntungan produk dan kebutuhan bahan baku per satuan produk.  Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah Metode Simpleks pada pemograman linier.

Hasil penelitian menunjukkan produksi optimal harian pada UMKM Kantin Misel ialah 2 porsi siomay, 54 porsi lontong sayur, 114 porsi lontong bumbu, 30 porsi pempek dan 62 porsi bakso cilok dengan keuntungan yang diperoleh Rp. 565.943,20 atau jika diakumulasikan selama satu bulan kerja (22 hari) yaitu Rp. 12.450.750,40 Terdapat peningkatan keuntungan sebesar Rp. Rp. 4.600.750,40 dibandingkan keuntungan sebelumnya dalam satu bulan kerja (22 hari) sebesar Rp. 7.850.000,00.

Sedangkan berdasarkan analisis sensitivitas yang telah dilakukan dapat diketahui perubahan-perubahan besaran kebutuhan bahan baku yang dapat diubah untuk menjaga keoptimalan produksi. Perubahan yang paling berpengaruh terhadap produk optimal ialah pada bahan baku kacang, beras dan seledri. Batas minimal untuk ketersediaan kacang sebesar 1978,679 gr, untuk beras sebesar 4906,746 gr dan untuk seledri sebesar 495,28 gr, sehingga bahan baku tersebut harus stabil ketersediaannya.

Berdasarkan pada kasus ini, dalam proses produksi sangat diperlukan perencanaan dan perhitungan sebelum melakukan produksi. Perencanaan yang terstruktur dan perhitungan yang matematis sangat berpengaruh pada hasil produksi. Perencanaan dan perhitungan ini yang menjadi acuan dalam proses produksi, pembelanjaan kebutuhan produksi. Akan sesuai dan hasil produksi akan optimal. Hasil produksi yang optimal ini akan dapat memenuhi kebutuhan konsumen serta menghindari produk yang terbuang percuma karena tak habis terjual. Ketika kebutuhan konsumen terpenuhi dan proses produksi yang optimal akan tercapainya target dari produsen yaitu mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Selain harus mengoptimalkan produksi, dalam proses produksi harus juga mengantisipasi suatu kendala yang terjadi agar terjaganya produksi yang optimal sehingga keuntungan tetap maksimal. Salah satu contoh kendala yang terjadi dalam setiap proses produksi ialah ketimpangan kebutuhan bahan baku. Ketimpangan kebutuhan bahan baku ini menjadi ancaman para produsen UMKM dalam proses produksi agar tujuan tercapai. Menganalisa dan menghitung suatu perencanaan produksi yang sistematis ialah solusi untuk acuan strategi pengendalian produksi sehingga proses produksi tak terganggu.

Penulis :
Fajri Novianto
Fitria Virgantar
Hagni Wijayanti

Leave A Reply

Your email address will not be published.