Tingkatkan SDM Desa, Kemendes RI Gelar Rakor Pendampingan TAPM Provinsi Bengkulu

Bengkulu,binews.co.id – Dalam rangka mendukung program pemberdayaan masyarakat yang salah satu kegiatannya adalah pendampingan terhadap program tersebut.

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk menyediakan sumber daya manusia pendamping dan manajemen dalam perencanaan dan pelaksanaan pendampingan masyarakat desa.

Maka dari itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI gelar Rapat Koordinasi Pendampingan Tenaga Pendamping Profesional Wilayah Bengkulu Tahun Anggaran 2024 pada Rabu 06 Maret hingga Jumat 08 Maret 2024 dengan dihadiri 190 peserta, terdiri dari TAPM Kabupaten/Kota, Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa se Provinsi Bengkulu.

Kamis, 07 Maret 2024, dilaksanakan kegiatan senam bersama di lapangan Merdeka Pemprov Bengkulu. Dalam hal ini dihadiri langsung Kaban BPSDM PMDDTT Kemendes RI Prof Dr Luthfiyah Nurlaila M.Pd beserta undangan lainnya.

Prof Dr Luthfiyah Nurlaila menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak dalam menyukseskan acara.

“Alhamdulillah dalam kondisi kurang cerah kita masih dapat menjalankan aktivitas kegiatan dengan lancar. Kemudian ucapan terimakasih juga saya sampaikan kepada panitia, seluruh Pendamping yang sudah hadir, dan terkhusus terima kasih kepada Gubernur Bengkulu melalui PMD Provinsi Bengkulu yang sudah memfasilitasi berjalannya kegiatan.” Ucapnya.

Kaban BPSDM PMDDTT Kemendes RI berharap semuanya dapat mengikuti berbagai agenda sampai dengan selesai.

“Harapan saya, semuanya dapat mengikuti berbagai rangkaian kegiatan hingga akhir acara.” Harapnya.

Kemudian Koordinator Nasional TAPM Hasan Rofiqi katakan bahwa kegiatan merupakan salah satu bagian daripada silaturahmi antar para TAPM, “Agar kedepannya lebih semangat dalam menjalankan tugas serta kinerja. Tetap semangat semuanya.” Ungkapnya.

Selain itu, Koordinator TAPM Provinsi Bengkulu Feri Susanto juga dalam hal ini menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak telah mesuport terlaksananya kegiatan.

“Ini Menjadi suatu hal spesial Bagi Provinsi Bengkulu, karena ini merupakan kegiatan kedua tingkat Provinsi se-Indonesia dalam rangka peringatan Hari RPL Desa. Maka harapannya, ini bukan hanya menjadi ajang bagi para perangkat Desa, juga menjadi giat penting bagi para pendamping dalam upaya meningkatkan kapasitas diri.” Ucapnya.

Untuk diketahui, Kementerian Desa PDTT telah meluncurkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau Desa (RPL Desa) dengan tujuan memberikan kesempatan kepada perangkat desa, seperti kepala desa, perangkat desa, ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa, pengelola BUM Desa, pendamping desa, dan pegiat desa lainnya untuk mengejar pendidikan formal hingga tingkat sarjana, S2, dan S3.

Gus Menteri Desa Abdul Halim Iskandar meresmikan program ini pada tanggal 3 Maret dan menjadikannya Hari RPL Desa, dengan harapan menjadi wadah bagi mereka untuk membangun dan memberdayakan desa.

Program RPL Desa memberikan pengakuan atas capaian pembelajaran individu dari pendidikan formal, non-formal, atau informal, serta pengalaman kerja di tingkat S1, S2, dan S3. Melalui program ini, pengurus BUM Desa dan perangkat desa memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa pendidikan seperti mahasiswa pada umumnya di perguruan tinggi.

Selain memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik, program RPL Desa juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa, termasuk pengurus BUM Desa dan perangkat desa, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa yang lebih baik. Program ini berupaya memberikan pengakuan terhadap hasil belajar dari pengalaman kerja atau pendidikan non-formal dan informal.

Kebijakan RPL Desa Kemendesa sejalan dengan peraturan pemerintah yang tercantum dalam Menristekdikti Nomor 26 tahun 2016 tentang penerapan Rekognisi Pembelajaran Lampau. Kampus-kampus yang ditunjuk oleh Kementerian Desa PDTT mendidik perangkat desa dan pengurus BUM Desa untuk meraih gelar sarjana. Pengalaman yang dimiliki individu akan dikonversi menjadi sistem kredit semester (SKS) perkuliahan sehingga mereka hanya perlu menyelesaikan mata kuliah yang tersisa untuk mencapai gelar sarjana.

Berikut Agenda selanjutnya :

Leave A Reply

Your email address will not be published.