Bupati Bengkulu Utara Harus Tahu, Beberapa Desa di Kecmatan Air Besi Masih Blank Spot

Bengkulu Utara,binews.co.id– Era digitalisasi seharusnya masyarakat diseluruh pelosok Negeri dapat menikmati yang namanya jaringan Internet. Baik itu pemanfaatan dalam dunia usaha, Pendidikan, dan lainnya guna perkembangan serta kemajuan kedepannya.

Apa lagi soal Perekonomian, dan Pendidikan. Hal ini merupakan paling utama menjadi jaminan kedepan bagi generasi Bangsa. Namun, itu nampaknya tidak bagi masyarakat di beberapa Desa wilayah Kecamatan Air Besi.

Mereka tak dapat menikmati digitalisasi sebagaimana mestinya orang-orang diluar sana. Jangankan jaringan internet, Jaringan kartu saja sulit. Padahal, jalan komunikasi dan informasi di era sekarang sangat berpengaruh dengan adanya Jaringan Internet.

Hal ini tentu menjadi keluhan masyarakat Desa Sungai Pura, Tanjung Genting, Talang Pungguk, Talang Renah, dan Talang Lembak. Karena untuk menyampaikan informasi secara cepat mereka sangat kesulitan. Memang, ada wifi yang terpasang di Kantor Desa, namun itu tidak semua masyarakat dan anak-anak dapat memanfaatkannya.

Karena tidak mungkin masyarakat harus mendatangi Kantor Desa ataupun berkumpul di Kantor Desa setiap waktunya, belum lagi terkadang jaringan wifi Kantor Desa juga mengalami gangguan.

Maka dari itu, besar harapan masyarakat Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara guna mengatasi persoalan tersebut, agar tidak ada lagi wilayah yang masuk Blank Spot.

Salah satu warga menyampaikan harapannya agar Pemerintah benar-benar serius dalam mengatasi persoalan tersebut.

“Era sekarang, kita sangat butuh internet. Banyak sekali manfaat yang kita dapat jika jaringan internet itu ada, mulai dari berkomunikasi lancar, cepat dalam menerima informasi, dan bisa mempromosikan usaha-usaha kita yang ada di Kampung.” Ujar salah satu warga yang tidak ingin disebut namanya.

Ia jelaskan, parahnya lagi jangankan jaringan internet, jaringan atau sinyal kartu saja sulit. “Kalau ingin menelpon kami harus keluar dari lingkaran Desa kami, atau pergi ke desa yang ada jaringannya, yang tentunya jauh dari desa kita. Kami sangat ingin seperti desa yang lain. Harapan kami tahun 2024 persoalan ini dapat teratasi.” Ungkapnya.(Red). 

Leave A Reply

Your email address will not be published.