Pembangunan Irigasi Jalan Hibrida Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Bengkulu,binews.co.id – Pembangunan yang menggunakan Anggaran Pemerintah semestinya diawasi dengan ketat, agar yang dikerjakan tidak asal-asalan.

Seperti halnya pelaksanaan Pembangunan Irigasi Jalan Hibrida, dikeluhkan masyarakat setempat. Pasalnya, Pembangunan Drainase yang masih seumur jagung itu nampaknya diduga dikerjakan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

Kondisi Bangunan sudah ada yang rontok dan retak. Kuat dugaan dalam Pembangunan tersebut, pasir yang di gunakan tidak sesuai dengan spek perencanaan awal.

Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas Perci) bidang Investigasi yakni Tomi menyampaikan bahwa pihaknya sudah mencoba klarifikasi kepada pihak pekerja yang melaksanakan pekerjaan tersebut, tapi justru nomor watshap di Blok.

“Kita sudah mencoba mengklarifikasi untuk memastikan pasir jenis apa yang di digunakan dalam hal pekerjaan proyek tersebut, malah bukanya bukaanya mendapat jawaban, melainkan nomor watshap di blok.” Kata Tomi.

Lanjutnya, pihaknya juga mengkonfirmasi pihak PUPR Kota Bengkulu. Pihak PUPR berjanji mau bertemu untuk mengklarifikasi membahas hal tersebut.

“Namun ujung-ujungnya nomor kita juga di blokir,” Tandas Tomi.

Tomi sampaikan, memantau Pekerjaan tersebut bukan tanpa alasana, agar Irigasi Jalan Hibrida tersebut mendapatkan pembangunan yang baik sesuai dengan spek.

“Supaya keinginan masyarakat Jalan Hibrida tidak kecewa dengan program Wali Kota Bengkulu.” Ungkapnya.

Tomi beserta tim tentu merasa miris terkait tidak adanya jawaban dari pihak pekerja maupun pihak Dinas PUPR Kota Bengkulu, mengenai adanya dugaan temuan tersebut.

“Pekerjaan yang diduga menelan Anggaran mencapai Rp 10 Miliar ini diduga tidak maksimal dan tidak sesuai harapan masyarakat. Tentunya sangat di sayangkan, maka dengan adanya dugaan temuan ini kami dari Ormas PERCI akan melaporkan hal ini kepada APH yang berwenang.” pungkas Ketua Umum PERCI, Tomi.(Tim)

Leave A Reply

Your email address will not be published.